Makna logo baru CNI

Makna logo baru cni terdapat elemen visual yang melambangkan peluang dan potensi antara CNI dan mitranya. Terdapat ikon manusia yang menekankan pentingnya kolaborasi dan komunitas. Logo ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bersama antar individu,  memberikan kontribusi terhadap pembangunan secara keseluruhan, dan  peningkatan kualitas hidup.

Lebih jauh tentang CNI Mixed Marketing Concept (MMC)

Question & Answer with Abrian Natan (CEO CNI Indonesia)

 

Q: Mixed Marketing Concept atau MMC, apa maksudnya?

A: Kami percaya, setiap perusahaan sekarang ini sedang menghadapi situasi yang tidak mudah.

Selain masalah Sosial dan Geo-Politik (khususnya di Indonesia yang akan mengadakan Pemilu di thn 2024), terjadi juga ‘ledakan’ Teknologi yang sangat luar biasa, sehingga membuka dan sekaligus ‘menutup’ banyak jenis usaha. Persaingan dirasa makin lama makin ketat.

Dalam situasi seperti ini, kami percaya bahwa hanya perusahaan yang Kreatif, Adaptif dan Fleksibel saja yang akan mampu menghadapi semua ‘gejolak’ tersebut.

Itu sebabnya CNI menciptakan suatu konsep Marketing yang sangat unik dan menarik, yang kami namakan sebagai: Mixed Marketing Concept (MMC).

MMC merupakan penggabungan keunggulan dari konsep pemasaran:

  • Tradisional (Offline dan Online).
  • Penjualan Langsung (Direct Selling) yang mencakup Penjualan Pribadi, Penjualan Berjenjang Terbatas (Limited Level) dan Penjualan Berjenjang (Multi Level).
  • Sistim ‘Franchise’.

Q: Apa bedanya dengan konsep MLM?

A: MLM adalah konsep penjualan berjenjang. Dalam MLM, setiap anggota diharapkan dapat merekrut orang sebanyak-banyaknya (siapa saja, di mana saja dan kapan saja) untuk menggunakan dan memasarkan produk dengan pola marketing bertingkat.

MMC tidak seperti itu. CNI tidak lagi membuka kesempatan untuk orang-orang menjadi anggota kapan saja dan di mana saja. Kesempatan untuk menjadi anggota CNI kelak hanya akan dibuka jika dirasa perlu di lokasi yang diperlukan.

Dalam hal ini, kelebihan konsep ‘Franchise’ akan kami terapkan (meski tidak benar-benar seperti konsep ‘Franchise’ pada umumnya).

Q: Ada yang bilang CNI hanya berganti baju saja tapi skema MLM-nya tetap dijalankan.

A: Tidak demikian juga. Beberapa keunikan dan kelebihan dalam sistim MLM memang akan diterapkan, tetapi sangat jelas, konsep MMC bukanlah MLM.

Q: Apakah ini yang membuat CNI berencana mengganti logo maupun identitas perusahaan?

A: Ya, transformasi yang dilakukan CNI ditandai dengan banyaknya perubahan. Perubahan mindset, cara berbisnis, distribusi produk, kebijakan, promo, pricing, marketing plan (RBC – Rancangan Bisnis CNI) dll, semuanya berubah, termasuk adanya Tim Manajemen yang masih berusia muda (Regenerasi).

Demikian juga dengan logo yang harus berubah. Ini menunjukkan komitmen kuat dari CNI untuk melakukan transformasi. Sudah 30 tahun lebih kita menggunakan logo dan konsep pemasaran yang lama. Inilah saatnya bagi CNI untuk benar-benar berubah (transformasi).

Q: CNI sudah dikenal lama dan besar sebagai perusahaan MLM. Lalu sekarang berubah total, bertransformasi. Optimis dengan perubahan ini?

A: Yes, 100%! Seseorang tidak akan mungkin mencapai tahap yang lebih baik kalau dia tidak berani berubah. Ada public figure yang dulu dikenal sebagai pesulap, sekarang jadi youtuber terkenal. Ada juga yang dari penyanyi, sekarang menjadi komedian populer. Mereka makin sukses karena berani berubah, bertransformasi.

Termasuk perusahaan. Satu perusahaan tidak akan bisa berkembang kalau tidak berani melakukan suatu perubahan besar. Ada perusahaan yang terkenal dengan produk crackers, sekarang besar dengan produk air mineralnya. Ada yang dari fashion kemudian merambah ke produk home care. Ada juga yang dulunya bank, sekarang terkenal dengan bisnis property dan retailnya.

We have to know ourselves’. Kita harus tau diri kita sendiri. Kelebihan dan kekurangannya. Kondisi kesehatan kita, yang paling tahu harus diri kita. Bukan dokter. Bukan keluarga. Bukan orang lain. Bagaimana caranya? Ya harus pelajari/amati. Rutin check up, perhatikan pola makan, dan lain-lain. Mau jaga berat badan juga begitu. Harus tahu kebiasaan makan setiap hari seperti apa yang bisa bikin berat badan naik atau turun.

Sejak MMC mulai disosialisasikan di bulan Agustus 2023 sampai sekarang, belum ada satu orang pun yang mengatakan bahwa konsep MMC CNI tidak bagus.

Ada yang masih agak ragu-ragu sebab mereka belum lihat hasilnya. Tapi orang yang menunggu hasilnya baru ikut, biasanya akan ketinggalan.

Q: Apa kelebihan pemasaran secara online dari MMC CNI dibanding kebanyakan bisnis online lainnya?

A: Memang betul, sekarang ini banyak pemilik toko offline karena merasa sepi, juga menjalankan usahanya secara online.Untuk menjalankan usaha secara online, juga tidak terlalu mudah.Mereka harus belajar sendiri cara membuka toko online, membuat kreasi konten (untuk sosmed) dan melakukan pengiriman barang (logistik) secara pribadi/perorangan.

Bagi mereka yang sudah punya cukup banyak follower di sosmed nya dan ingin memasarkan suatu produk, maka mereka harus mencari sendiri produknya.

Masalahnya, mencari produk itu bukan perkara mudah. Bagaimana jika produknya itu ilegal? Belum punya ijin BPOM/Depkes, belum ada ijin edar, tidak bayar pajak dsb?

Apalagi jika terjadi ‘perang harga’ (Undercutting). Harus dihadapi dan diatasi sendiri. Jika seseorang belum mempunyai banyak follower dan ingin menjual produknya sendiri, tentu jauh lebih sulit lagi.

Nah, di CNI, jika ada anggotanya yang ingin menjual produk CNI secara online, hal-hal tersebut tidak terlalu jadi masalah. CNI akan memberikan pelatihan bagaimana cara membuat toko online, membuat konten, dsb.

Bahkan CNI sendiri akan membuat konten produk untuk dipromosikan secara online dan para anggota dapat menggunakan konten (video atau foto) tersebut dalam akun sosmednya.

Semua produk-produk CNI tentunya sudah mempunyai ijin BPOM/Depkes, ijin edar, ijin Halal, membayar pajak dsb. Selain itu, yang paling penting adalah: produk CNI tidak mempunyai saingan secara langsung. Karena produk-produk CNI dibuat oleh CNI sendiri.

Memang betul, ada satu masalah yang dapat terjadi, yaitu masalah ‘perang harga’ atau ‘Undercutting’. Dalam hal ini CNI berkomitmen, untuk bersama dengan para mitranya mengatasi hal tersebut. Kami percaya masalah ini dapat diatasi, setidaknya diminimalisasi secara signifikan.

Persaingan yang dapat dilakukan adalah dalam hal kreativitas membuat konten, pelayanan yang maksimal dan responsif, hubungan yang baik dengan para konsumen dsb.

 

Baca juga artikel berikut : Tinggalkan MLM, CNI kini terapkan MMC

Tinggalkan MLM, CNI kini terapkan Mixed Marketing Concept

TINGGALKAN MLM, CNI KINI TERAPKAN MIXED MARKETING CONCEPT


Jakarta – PT Citra Nusa Insan Cemerlang atau dikenal dengan nama CNI adalah perusahaan yang memasarkan produk-produknya dengan konsep Multi Level Marketing (MLM). Melalui skema MLM, CNI yang berdiri di Bandung pada tahun 1986 ini berhasil menjadi salah satu pioneer perusahaan MLM terbesar dan terpercaya di Indonesia. 

Di tengah persaingan bisnis dan adanya pergeseran tren pasar yang semakin mengusung proses digitalisasi, mendorong CNI untuk bertransformasi dan berinovasi dalam melakukan sistem pemasaran produknya. 

Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-37 pada 1 Oktober, CNI memutuskan untuk mengakhiri keanggotaannya di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan  meninggalkan skema MLM dalam memasarkan produk-produknya. CNI kini fokus pada pemasaran berbasis Mixed Marketing Concept. 

Melalui Mixed Marketing Concept, produk CNI dapat menjangkau konsumen dengan lebih luas lagi karena dapat dibeli secara offline, dan secara online di market place yang selama ini berdasarkan aturan pemerintah tidak bisa dilakukan oleh perusahaan dengan basis MLM. 

Sebagai pelaku bisnis, kita dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga CNI yang akan selalu Inovatif, Kreatif dan Adaptif dalam menjalankan roda bisnisnya khususnya yang berkaitan dengan dunia digital. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk meninggalkan skema MLM dan beralih ke Mixed Marketing Concept”, tegas Abrian Natan, CEO CNI Indonesia.

Untuk melengkapi proses transformasi tersebut, CNI juga berencana akan mengubah logo maupun identitas perusahaan lainnya. Keputusan ini diambil untuk menciptakan image baru CNI sebagai perusahaan healthy lifestyle yang dapat diterima di kalangan milenial dan Gen Z. Sebagaimana diketahui generasi tersebut merupakan pasar terbesar di Indonesia saat ini dan memiliki akses teknologi paling kuat dibandingkan generasi lainnya.*** 

CNI Champion Trip 2023 Spain

CNI Goes To Spain

Champion Trip merupakan perjalanan wisata yang diadakan setiap tahun untuk menikmati hasil kerja keras dengan melakukan perjalanan ke tempat – tempat eksotis, menarik dan menyenangkan di berbagai belahan dunia.

Bagi Anda Mitra Bisnis CNI yang sudah memiliki saldo Komisi Wisata sesuai kualifikasi trip pada saat akhir periode yang ditentukan dapat segera melakukan pendaftaran dan konfirmasi ke Panitia Champion Trip, Untuk tahun 2023 ini, Mitra Bisnis CNI akan diajak berwisata ke salah satu negara di Eropa Barat yang biasa disebut dengan Negeri Matador, yap SPANYOL.

Spanyol merupakan sebuah negara yang terletak di semenanjung Iberia Benua Eropa bagian Barat Daya. Negara yang punya nama lengkap Kerajaan Spanyol ini berbatasan dengan Portugal di Barat dan Perancis di Timur Laut.

Sistem pemerintahan yang dianut oleh Spanyol adalah Monarki Konstitusional dengan Raja sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan, Raja yang bertahta saat ini adalah Raja Felipe VI dan Perdana Menterinya adalah Pedro Sanchez.

Spanyol yang punya ibukota di Madrid ini merupakan negara terbesar ketiga di benua Eropa, Spanyol sering disebut dengan castellano di Spanyol memiliki bahasa resminya yaitu Castillian Spanish

Turis asing

Jumlah turis yang berkunjung ke Spanyol jauh lebih banyak daripada penduduk lokalnya, Pada 2016, tercatat ada 75 juta orang turis yang berkunjung ke Spanyol, Jumlah tersebut tentunya jauh lebih besar dari jumlah populasi penduduknya yang berjumlah sekitar 46 juta jiwa.

Raja termuda dalam sejarah dunia

Spanyol memiliki raja termuda yang pernah tercatat dalam sejarah yaitu Alfonsi XIII, Raja ini langsung dilantik ketika ia lahir pada 17 Mei 1886 dan dikenal membawa kehancuran bagi negaranya, Pada masa akhir kepemimpinannya, Spanyol kehilangan koloni terakhirnya dan sistem monarki direbut oleh rezim militer yang diktator.

Festival Tomat Tahunan

Spanyol terkenal dengan perang tomat yang disebut dengan “La Tomatina”, Pada festival ini ada ribuan kilo tomat yang dijadikan amunisi perang yang dilaksanakan di desa Bunol di Spanyol Selatan, Ada puluhan ribu turis yang datang ke festival yang diselenggarakan tiap 30 Agustus ini, Supaya mengurangi risiko cedera, tomat akan dipipihkan dulu sebelum dilemparkan ke satu sama lain.

Katedral dengan proses pembangunan terlama di dunia

Basiliki i Temple Expiatori de la Sagrada Familia, adalah sebuah Katedral yang terletak di jantung kota Barcelona, Sama seperti namanya, masa pembangunan gereja yang didesain oleh Antoni Gaudi ini juga berlangsung sangat panjang, Proses pembangunan gereja ini sudah berjalan lebih dari 130 tahun dan direncanakan selesai pada 2026 mendatang.

Salah Satu Negara dengan Lagu Kebangsaan Tanpa Lirik

Spanyol punya lagu kebangsaan tanpa lirik bernama Marcha Real. Namun, ada enam aransemen resmi untuk lagu nasional negara ini, Pada 2007, pernah diselenggarakan kontes untuk membuat lirik lagu kebangsaan, Namun, sepertinya warga Spanyol ingin mempertahankan keunikan lagu kebangsaannya yang tanpa lirik, Beberapa negara yang tak memiliki lirik pada lagu kebangsaannya seperti San Marino, Kosovo, dan Bosnia Herzegovina.

Bahasa

Bahasa Spanyol digunakan dilebih dari 22 negara, seperti Kolombia, Venezuela, Peru, dan Kuba, Negara di Eropa yang memiliki gunung api terbanyak kedua setelah Swiss, Spanyol menjadikan olahraga sepakbola sebagai olahraga nasional, Negara yang memiliki kandungan emas terbesar di Eropa, Negara produsen marmer dan granit terbesar di dunia, Menggunakan sandal jepit ketika berkendara adalah salah satu tindakan ilegal di Spanyol.

CNI Ajak Anak Milenial Maju Berbisnis

Di era serba digital saat ini, tak dipungkiri merupakan era paling prospektif bagi kalangan anak milenial dan gen Z untuk unjuk gigi dan mengeksplorasi diri. Tak terkecuali untuk belajar dan memulai bisnis. Berdasarkan hal ini pula CNI membidik kalangan milenial sebagai pasar yang inovatif, mudah beradaptasi dan memiliki visi-misi yang menjanjikan.

Berbisnis lewat teknologi yang bisa dikerjakan kapan saja dan di mana saja, merupakan peluang yang ditawarkan CNI pada kalangan milenial, terutama di masa-masa sulit pandemi. Pasalnya, generasi milenial tumbuh dan berkembang pada masa teknologi sedang melesat kian maju . Hal ini bisa dibuktikan dengan lapangan pekerjaan berbasis teknologi yang didominasi oleh kaum milenial.

Dengan menjamurnya anak-anak milenial yang menjadi content creator atau technopreneur, CNI melihat hal ini sebagai potensi penting yang bisa digali kalangan milenial untuk mengaplikasikan pada lahan bisnis.

Profil kalangan milenial yang dikenal bebas, kreatif dan menjunjung tinggi fleksibilitas menjadi nilai tambah dan kecocokan tersendiri bagi CNI untuk menjaring potensi milenial untuk belajar dan menjadi mitra bisnis dengan tersedianya fasilitas m-CNI.

Platform m-CNI menjadi pendukung utama bagi Mitra Bisnis CNI dalam menjalankan bisnis dari mana dan kapan saja hanya dengan ponsel maupun laptop. Mengingat generasi anak milenial dikenal tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi, sehingga diyakini dapat menggunakan m-CNI (m-CNI Android dan m-CNI.com) dengan mudah.

Sampai saat ini, sudah banyak mitra milenial yang meraih kesuksesan menjalani bisnis CNI. Bahkan banyak pula yang mendapatkan penghargaan dan penghasilan tinggi di usia muda.

Jadi, usia muda bukanlah penghalang bagi Anda yang ingin belajar dan mencoba meraih penghasilan tambahan melalui Mitra Bisnis CNI. Selama ada kemauan dan usaha, di situ pasti ada jalan. Yuk, segera daftarkan diri menjadi Mitra Bisnis CNI untuk sama-sama maju dan berkembang. 

Bisa Jadi Inspirasi, Simak Cerita Para Milenial yang Sukses Berbisnis hingga ke Luar Negeri

NOVA.id – Pertimbangan dan keteguhan mendalam merupakan dua dari sekian banyak hal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis, tidak terkecuali Bisnis CNI.

Hambatan tentu ada, meski begitu, bukan barang langka untuk mendapati figur yang berhasil melalui hambatan tersebut dan mencapai kesuksesan di bisnis ini.

Menjanjikan & Terpercaya

Bicara masalah kepercayaan pasar, citra CNI tentunya tidak perlu diragukan lagi. Masa edar selama lebih dari tiga dekade merupakan indikasi kuat akan relevansi serta durabilitas CNI seiring berjalannya waktu.

Dengan basis konsumen yang terus terbentuk dan mengakar kuat dari waktu ke waktu, tentu menjadi peluang tersendiri bagi kaum milenial yang memiliki kemampuan mumpuni dalam berselancar di media sosial.

Sebab, Bisnis CNI semakin simpel dan mudah dijalankan karena didukung oleh aplikasi m-CNI

“Dari sekian banyak perusahaan, saya memutuskan memilih CNI karena perusahaan ini konsisten menunjukkan eksistensi di Tanah Air selama puluhan tahun.

Produk-produk yang ditawarkan pun memang benar berkualitas, sehingga memiliki nilai guna bagi konsumen,” jelas Shearedo, mitra CNI dari Medan, seorang pemuda yang baru berusia 25 tahun. Penjelasan Shearedo dikonfirmasi oleh Sri Ukurta Lingga (38.thn), mitra CNI dari Banten yang juga berprofesi sebagai karyawan swasta.

Menurut Sri, faktor kualitas produk tersebut turut ditunjang oleh transparansi yang diberikan oleh CNI “Selain produk berkualitas yang mempermudah proses penjualan, saya juga sangat diuntungkan dengan transparansi penghitungan komisi/pendapatan yang diberikan CNI.

Tidak perlu merasa was-was akan kemungkinan untuk ditipu atau semacamnya, karena kita dapat menghitung komisi yang akan didapat melalui rumus pada Rancangan Bisnis CNI (RBC),” papar Gold CNI ini.

Mitra CNI lainnya, Anak Agung Istri Devi P. pun turut merasakan manfaat memilih CNI. Gadis muda berusia 25 tahun ini merasa bersyukur karena tetap memiliki pendapatan di masa pandemi.

Bahkan, Ia sempat merasakan peningkatan omzet akibat tingginya permintaan dari konsumen.

“Pastinya senang, ya. Di saat pandemi begini kan banyak yang kesulitan mencari penghasilan ya, tapi saya justru diberikan rezeki melalui penjualan berbagai produk atau dengan adanya reseller baru yang bergabung.

Apalagi, produk seperti Well3 C-500 Extra sedang banyak dicari, mengingat memang masyarakat sedang butuh-butuhnya vitamin C untuk memperkuat tubuh dari serangan virus dan penyakit,” ungkapnya.

Tidak selalu mudah, namun tetap berujung berkah

Seperti yang sempat disinggung di bagian awal, bisnis ini tidak lepas dari tuntutan akan keteguhan dari para mitranya.

Tidak mengherankan jika hingga saat ini banyak mitra CNI yang mengalami naik-turun dalam perjalanannya.

Salah satu kisah pasang surut dirasakan oleh Leonardo Sembiring, ayah dua anak pemegang level Gold dari kota Medan.

Meskipun sempat banyak makan asam garam di awal-awal kemitraan, Leonardo tidak lantas menyerah. Pada akhirnya, Ia pun merasakan sendiri buah dari hasil kerja kerasnya.
Cukup sulit ya di masa-masa awal bergabung. Apalagi saat itu saya gabung menggunakan modal pas-pasan, sehingga sempat makan hanya dua kali sehari selama beberapa saat,” kisah Leonardo.

“Kena hujan, beberapa kali ‘dikerjain’ customer nakal pun sudah sempat saya rasakan. Tapi ya, akhirnya saya coba tetap tabah dan jadikan pelajaran supaya mental makin kuat.

Puji Tuhan, dari kesabaran itu akhirnya saya mendapat banyak penghargaan seperti jalan-jalan ke tujuh negara, membeli mobil, hingga yang paling berkesan membeli sepeda motor warna merah impian saya untuk mengajak mama keliling kampung,” kenang Leonardo yang kini sudah menikmati komisi 10.000.000 hingga 15.000.000 per bulan.

Kisah lainnya datang dari Maria Retnowati yang mengaku bergabung karena saran dari orang tuanya yang juga mitra CNI.

“Awal bergabung itu saya masih mahasiswi yang baru saja lulus dan diajak oleh orangtua. Tidak menyangka saat ini bisa sedikit demi sedikit mewujudkan impian berkeliling dunia dari penghargaan CNI Champion Trip dan membeli apartemen serta kendaraan dari komisi jaringan.

(Penghargaan) paling spesial mungkin saat memperoleh Champion Trip Mekah-Madinah ya, karena kesampaian untuk mengunjungi tanah suci bareng orangtua,” jelas Maria yang berdomisili di Jakarta ini.

Qashirah, mitra dari Soppeng turut menjadi salah satu dari sekian banyak mitra CNI yang meraup hasil dari jerih payahnya.

Meskipun tidak memiliki dasar marketing, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk menjadi salah satu figur inspiratif dalam bisnis ini.

“Alhamdulillah, berkat CNI saya bisa membeli mobil, tanah di Makassar, dan membangun rumah. Setiap tahun saya juga selalu mendapat hadiah Trip ke luar negeri dari CNI seperti ke Jepang, Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab dan masih banyak lagi, bareng mitra-mitra yang sudah seperti keluarga sendiri,

Meski awalnya memang cukup sulit, tapi dari hasil ini saya yakin keluarga dan teman-teman dengan sendirinya akan memberikan pengakuan terhadap apa yang dilakukan,” cerita Qashirah dengan antusias.

Ditanya akan prospek dari bisnis ini di masa depan, Qashirah percaya jika CNI akan terus berjaya di tahun-tahun dan bahkan dekade yang akan datang.

“Sangat percaya (prospek CNI). Visi-misi dari perusahaan dan founder amatlah menjanjikan dan berdasar, baik itu saat didengar langsung ataupun di atas kertas. Mitra pun terus dibimbing secara rutin, entah itu melalui seminar-webinar atau lewat Rancangan Bisnis yang selalu di-update dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Sumber : https://nova.grid.id/amp/052638367/bisa-jadi-inspirasi-simak-cerita-para-milenial-yang-sukses-berbisnis-hingga-ke-luar-negeri?page=all

Produk Suplemen Penguat Imun Tubuh Laku Keras di Pandemi, CNI Makin Pede

Sejak didirikan di Bandung pada tanggal 1 Oktober 1986, CNI selalu berfokus pada pemasaran produk-produk suplemen penunjang kesehatan berkualitas tinggi. Terutama pada masa pandemi ini produknya laku keras karena bisa bantu menjaga imun tubuh masyarakat Indonesia dari virus corona.

Secara bertahap, CNI selalu meningkatkan jangkauan pasar dengan membangun ratusan titik distribusi dengan distribution management yang berbasis teknologi, dan telah bekerja sama dengan perusahaan logistik berskala nasional maupun lokal untuk mendukung para mitra bisnis CNI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kini, PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) kian menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen terus membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui produk berkualitas dan bisnis terpercaya. Hal ini sejalan dengan slogannya,

Tahun ini, CNI menghadirkan model bisnis baru yang dapat menjadi solusi usaha di kala pandemi. Meski perekonomian tengah mengalami penurunan akibat pandemi, hal tersebut tidak begitu mempengaruhi keberlangsungan bisnis CNI. Nyatanya, lini produk serta model bisnis yang dijalankan oleh CNI justru berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.

“Terlepas dari dampak yang dihasilkan oleh COVID-19, tidak dapat dipungkiri jika bisnis CNI tetap dapat beroperasi secara efektif. Selain menawarkan produk suplemen peningkat imunitas tubuh yang sedang banyak dicari, kami juga merasa senang karena dapat membantu para mitra mendapat penghasilan tambahan di periode yang sulit ini,” kata Chief Executive Officer (CEO) CNI, Suharman Subianto, dalam keterangannya kepada Akurat.co

Klaim akan keluwesan bisnis di tengah masa pandemi ini pun bukannya tanpa bukti. Meskipun sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, hal tersebut tidak menghentikan 198 mitra CNI untuk mendapatkan promosi dari level Promotor ke Gold (periode P2 Desember 2020, serta P1 dan P2 Januari 2021).

Dalam upaya ekspansi usaha, CNI berinisiatif mengenalkan “Rancangan Bisnis CNI (RBC)”. Rancangan baru ini ditujukan sebagai sumber informasi seputar usaha CNI, baik untuk para mitra ataupun orang-orang yang tertarik untuk mendalami bisnis ini. Bergabung ke keluarga besar CNI akan memberikan keuntungan seperti diskon produk. Mitra bisnis dan reseller produk CNI akan mendapat potongan harga sebesar 10 – 15% saat melakukan pembelian produk melalui Distribution Center ataupun aplikasi M-CNI.

Setiap hari, mitra bisnis dan reseller dapat memperoleh cashback sebesar 5% dari harga beli produk (sebelum pajak), yang akan diakumulasikan dalam bentuk e-Wallet. Mitra bisnis juga akan memperoleh pendapatan pasti per 2 minggu komisi berdasarkan pembelian – pemasaran produk CNI, dan pengembangan jaringan yang nilainya dapat dihitung berdasarkan sistem penghitungan pada RBC.

“Semakin besar usaha dan semangat dalam menjalankan bisnis ini, tentunya makin besar juga pendapatan yang dikantongi. Menggunakan tabungan Komisi Wisata CNI yang dihitung dengan syarat khusus, para mitra dapat menikmati perjalanan wisata di dalam ataupun luar negeri. Mitra bisnis juga berkesempatan mendapat kenaikan level dan pendapatan layaknya pada karir berjenjang. Potensi pendapatan yang diperoleh pun cukup menjanjikan, karena berkisar di antara 50 – 100% peningkatan pada tiap jenjang,” katanya.

Terlepas dari potensi pendapatan dan seluruh manfaat yang dapat diraih, mitra CNI tetap bisa menjalankan bisnis ini tanpa perlu memikirkan tempat dan waktu. Keunggulan ini didukung oleh platform M-CNI, yang memungkinkan Mitra Bisnis untuk berusaha dari rumah dengan modal berupa telepon genggam ataupun laptop.

Sumber : https://akurat.co/produk-suplemen-penguat-imun-tubuh-laku-keras-di-pandemi-cni-makin-pede

Kisah Mitra Milenial CNI Berjuang Hingga ‘Terbang’

mitra milenial CNI

Pertimbangan dan keteguhan mendalam merupakan dua dari sekian banyak hal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis, tidak terkecuali bisnis CNI. Hambatan tentu ada, meski begitu, bukan barang langka untuk mendapati figur yang berhasil melalui hambatan tersebut dan mencapai kesuksesan di bisnis ini.

Bicara masalah kepercayaan pasar, citra CNI sudah lama dikenal masyarakat. Masa edar selama lebih dari tiga dekade merupakan indikasi kuat akan relevansi serta durabilitas CNI seiring berjalannya waktu.  Dengan basis konsumen yang terus terbentuk dan mengakar kuat dari waktu ke waktu, tentu menjadi peluang tersendiri bagi kaum milenial yang memiliki kemampuan mumpuni dalam berselancar di media sosial. Sebab, Bisnis CNI semakin simpel dan mudah dijalankan karena didukung oleh aplikasi m-CNI.

“Dari sekian banyak perusahaan, saya memutuskan memilih CNI karena perusahaan ini konsisten menunjukkan eksistensi di Tanah Air selama puluhan tahun. Produk-produk yang ditawarkan pun memang benar berkualitas, sehingga memiliki nilai guna bagi konsumen,” jelas Shearedo, mitra CNI dari Medan, seorang pemuda yang baru berusia 25 tahun.

Penjelasan Shearedo dikonfirmasi oleh Sri Ukurta Lingga (38 tahun), mitra CNI dari Banten yang juga berprofesi sebagai karyawan swasta. Menurut Sri, faktor kualitas produk tersebut turut ditunjang oleh transparansi yang diberikan oleh CNI

“Selain produk berkualitas yang mempermudah proses penjualan, saya juga diuntungkan dengan transparansi penghitungan komisi/pendapatan yang diberikan CNI. Tidak perlu merasa was-was akan kemungkinan untuk ditipu atau semacamnya, karena kita dapat menghitung komisi yang akan didapat melalui rumus pada Rancangan Bisnis CN),” papar peraih level Gold CNI ini.

Mitra CNI lainnya, Anak Agung Istri Devi P. pun turut merasakan manfaat memilih CNI. Gadis muda berusia 25 tahun ini merasa bersyukur karena tetap memiliki pendapatan di masa pandemi. Bahkan, Ia sempat merasakan peningkatan omzet akibat tingginya permintaan dari konsumen. “Di saat pandemi begini kan banyak yang kesulitan mencari penghasilan, tapi saya justru diberikan rezeki melalui penjualan berbagai produk atau dengan adanya reseller baru yang bergabung. Apalagi, produk seperti Well3 C-500 Extra sedang banyak dicari, mengingat memang masyarakat  sedang butuh vitamin C untuk memperkuat tubuh dari serangan virus dan penyakit,” ungkapnya.

Seperti yang sempat disinggung di bagian awal, bisnis ini tidak lepas dari tuntutan akan keteguhan dari para mitranya. Tidak mengherankan jika hingga saat ini banyak mitra CNI yang mengalami naik-turun dalam perjalanannya.  Salah satu kisah pasang surut dirasakan oleh Leonardo Sembiring, ayah dua anak pemegang level Gold dari kota Medan. Meskipun sempat banyak makan asam garam di awal-awal kemitraan, Leonardo tidak lantas menyerah. Pada akhirnya, Ia pun merasakan sendiri buah dari hasil kerja kerasnya.

“Cukup sulit ya di masa-masa awal bergabung. Apalagi saat itu saya gabung menggunakan modal pas-pasan, sehingga sempat makan hanya dua kali sehari selama beberapa saat,” kisah Leonardo.

“Kena hujan, beberapa kali dikerjai customer nakal pun sudah sempat saya rasakan. Tapi ya, akhirnya saya coba tetap tabah dan jadikan pelajaran supaya mental makin kuat. Puji Tuhan, dari kesabaran itu akhirnya saya mendapat banyak penghargaan seperti jalan-jalan ke tujuh negara, membeli mobil, hingga yang paling berkesan membeli sepeda motor warna merah impian saya untuk mengajak mama keliling kampung,” kenang Leonardo yang kini sudah menikmati komisi Rp10 juta  hingga Rp15 juta per bulan.

Kisah lainnya datang dari Maria Retnowati yang mengaku bergabung karena saran dari orang tuanya yang juga mitra CNI. “Awal bergabung itu saya masih mahasiswi yang baru saja lulus dan diajak oleh orangtua. Tidak menyangka saat ini bisa sedikit demi sedikit mewujudkan impian berkeliling dunia dari penghargaan CNI Champion Trip dan membeli apartemen serta kendaraan dari komisi jaringan. (Penghargaan) paling spesial mungkin saat memperoleh Champion Trip Makkah-Madinah, karena kesampaian untuk mengunjungi Tanah Suci bareng orangtua,” jelas Maria yang berdomisili di Jakarta ini.

Qashirah, mitra dari Soppeng turut menjadi salah satu dari sekian banyak mitra CNI yang meraup hasil dari jerih payahnya. Meskipun tidak memiliki dasar marketing, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk menjadi salah satu figur inspiratif dalam bisnis ini.

“Alhamdulillah, berkat CNI saya bisa membeli mobil, tanah di Makassar, dan membangun rumah. Setiap tahun saya juga selalu mendapat hadiah Trip ke luar negeri dari CNI seperti ke Jepang, Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab dan masih banyak lagi, bareng mitra-mitra yang sudah seperti keluarga sendiri.

Meski awalnya memang cukup sulit, tapi dari hasil ini saya yakin keluarga dan teman-teman dengan sendirinya akan memberikan pengakuan terhadap apa yang dilakukan,” cerita Qashirah dengan antusias.

Ditanya akan prospek dari bisnis ini di masa depan, Qashirah percaya jika CNI akan terus berjaya di tahun-tahun dan bahkan dekade yang akan datang. “Sangat percaya (prospek CNI). Visi-misi dari perusahaan dan founder amatlah menjanjikan dan berdasar, baik itu saat didengar langsung ataupun di atas kertas. Mitra pun terus dibimbing secara rutin, entah itu melalui seminar-webinar atau lewat Rancangan Bisnis yang selalu di-update dari waktu ke waktu,” jelas dia.

Sumber : https://swa.co.id/swa/trends/kisah-mitra-milenial-cni-berjuang-hingga-terbang