Cegah Demensia Sejak Dini dengan Well3 D3 1000IU

Cegah Demensia Sejak Dini dengan Well3 D3 1000IU

Sudah hampir seminggu ini ayahanda uring-uringan, karena sahabatnya dideteksi demensia. Sahabat yang selalu ngobrol setiap pagi, baik melalui telepon atau saling berkunjung.

Demensia adalah suatu gejala ketika orang kehilangan fungsi kognitifnya – berpikir, menalar, dan mengingat. Untuk sebagian orang bahkan mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya. Tentu saja hal ini berdampak pada perubahan aktivitas sehari-hari, mulai dari gaya hidup hingga kemampuan bersosialisasi. 

Washington (Antara Babel) – Orang yang berusia lanjut dan tak memperoleh cukup vitamin D diduga lebih mungkin untuk terserang demensia dan penyakit Alzheimer’s, demikian hasil penelitian yang disiarkan pada Rabu (6/8).

Studi itu, yang disiarkan di jurnal Neurologi, American Academy of Neurology, meneliti 1.658 orang dewasa yang berusia 65 tahun dan lebih, yang bisa berjalan tanpa bantuan dan terbebas dari demensia, penyakit jantung dan stroke pada awal studi tersebut. Setelah rata-rata enam tahun, 171 peserta terserang demensia dan 102 orang lagi terserang penyakit Alzheimer’s.

Studi itu menunjukkan bahwa orang yang memiliki kadar vitamin D rendah kemungkinan memiliki resiko 53% lebih tinggi terserang penyakit gila dan mereka yang sangat kekurangan vitamin D memiliki resiko semacam itu 125% dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D normal.

Hasil serupa dicatat untuk penyakit Alzheimer’s; kelompok dengan kekurangan vitamin D dalam tingkat sedang memiliki kemungkinan 69% terserang sejenis demensia, dan naik tajam menjadi 122 % akibat kekurangan parah vitamin D.

“Kami menduga akan menemukan kaitan antara tingkat rendah vitamin D dan resiko demensia dan penyakit Alzheimer’s, tapi hasilnya mengejutkan,” kata penulis studi tersebut, David Llewllyn, dari University of Exeter di Inggris, dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. “Kami benar-benar mendapati hubungan itu dua kali lebih kuat dibandingkan yang kami duga.”

Llewellyn mengatakan percobaan klinik sekarang diperlukan untuk memastikan apakah mengkonsumsi makanan seperti minyak ikan atau mengkonsumsi asupan vitamin D dapat menunda atau bahkan mencegah munculnya penyakit Alzheimer dan demensia.

(https://babel.antaranews.com/berita/12026/kekurangan-vitamin-d-berkaitan-dengan-demensia)

Tanda-tanda terjadinya demensia ketika sel saraf di otak berhenti bekerja. Akibatnya, kehilangan konektivitas antar sel-sel dalam otak. Memang hal ini biasa terjadi ketika kita bertambah usia. Salah satu tandanya adalah menghadapi kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Tapi, untuk penderita demensia kehilangannya lebih besar. 

Berikut adalah tanda-tanda munculnya demensia, yaitu: 

  • Mengalami kehilangan ingatan dan mudah bingung
  • Sulit berbicara, sulit memahami dan mengekspresikan pikiran
  • Sulit membaca dan menulis
  • Disorientasi atau tersesat bahkan di tempat yang tak asing baginya
  • Mengulang pertanyaan berkali-kali
  • Menggunakan kata-kata yang tak lazim untuk benda yang sudah familier
  • Kehilangan ketertarikan pada aktivitas normal sehari-hari
  • Mendadak lebih impulsif atau mudah tersinggung
  • Halusinasi atau delusional
  • Tak peduli dengan perasaan orang lain
  • Kehilangan keseimbangan atau masalah dengan gerakan tubuh

Tak pandang usia, latar belakang, sampai gaya hidup, kita semua wajib mewaspadai “penyakit” ini. 

Apakah yang menjadi penyebab terjadinya demensia? 

Sesungguhnya penyebab demensia sangatlah beragam, tergantung dari perubahan otak yang mungkin terjadi. Lainnya adalah mutasi genetik, meski ini termasuk penyebab langka dan sangat jarang terjadi. 

Berikut adalah beberapa poin yang ditengarai sebagai penyebab terjadinya demensia, yaitu:

  • Faktor usia, terutama pada kasus Alzheimer
  • Sejarah kesehatan keluarga
  • Ada kerusakan pada pembuluh darah otak
  • Terakumulasinya gumpalan pada otak
  • Pembesaran struktur pada otak
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin D, vitamin B-6, vitamin B-12, dan folat. 
  • Kurang olahraga disertai asupan nutrisi yang kurang baik
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Hipertensi dan kolesterol tinggi
  • Gangguan tidur, seperti mengorok berlebih
  • Pernah mengalami benturan pada kepala
  • Penderita diabetes
  • Kebiasaan merokok

Meski di atas telah dijelaskan bahwa kita semua patut waspada terhadap demensia, tapi tak ada salahnya kalau kita mulai memperbaiki kualitas gaya hidup, seperti: 

  • Melakukan aktivitas yang menstimulasi kerja otak; seperti membaca, mengerjakan puzzle, atau mengisi teka-teki silang. 
  • Aktif secara sosial maupun fisik; cobalah untuk mencari kelompok olahraga dan melakukannya bersama-sama. Biasakan untuk melakukan olahraga 30 menit setiap hari. 
  • Menjaga pola makan sehat; perbanyak makan buah, sayur, kacang-kacangan, dan ikan yang kaya akan omega-3. 
  • Perbaiki kualitas tidur; apabila Anda sering ngorok atau sulit tidur, segera hubungi dokter spesialis gangguan tidur. 
  • Mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan dalam jumlah cukup; beberapa penelitian mengatakan bahwa rendahnya kadar vitamin D pada tubuh seseorang dapat memicu munculnya Alzheimer. Selain itu, untuk mencegah terjadinya demensia, disarankan pula mengkonsumsi vitamin B-complex dan vitamin C. 

Manfaat Well3 D3 1000IU untuk Mencegah Demensia

Sebisa mungkin, tindakan pencegahan memang lebih baik dibanding mengobati. Anda bisa mulai melirik suplemen Wel3 D3 1000IU untuk dijadikan pilihan tepat dalam mencegah terjadinya penurunan kognitif saat usia kita bertambah, juga terjadinya stress oksidatif. Di samping kandungan VIT D3, Well3 D3 juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dan juga membantu penyerapan kalsium

Author avatar
admin
http://116.204.249.43

Post a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors
ohio_portfolio