Pernah gak sih kamu perhatiin, hampir semua mi instan yang beredar di pasaran punya satu kesamaan yang jarang disadari: digoreng. Proses penggorengan lah yang bikin mi jadi lebih kenyal dan gurih secara alami. Tapi dibalik itu, proses penggorengan ini yang justru bikin mi instan dicap sebagai makanan yang “kurang sehat” kalau dikonsumsi terus-menerus.
Selama proses digoreng, mi menyerap minyak dalam jumlah yang tidak sedikit. Semakin lama waktu penggorengan, semakin banyak pula minyak yang meresap ke dalam untaian mi. Minyak yang dipakai secara berulang untuk menggoreng dalam jumlah besar juga rentan mengalami oksidasi, yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang berisiko memicu peradangan dan menyumbang lemak jenuh berlebih ke dalam tubuh. Inilah alasan utama kenapa mi instan sering dijauhi orang-orang yang sedang menjaga pola makan, meski rasanya sulit ditolak.
Di sinilah Mie Sehati dari CNI mengambil jalan yang berbeda. Alih-alih digoreng seperti kebanyakan mi instan lainnya, Mie Sehati diproses dengan cara dipanggang. Perbedaan kecil dalam metode produksi ini ternyata membawa dampak besar terhadap kualitas gizi dan keamanan mi untuk dikonsumsi secara rutin.
Secara teknis, panas kering yang digunakan dalam proses pemanggangan membuat mi mengering secara alami tanpa menyerap minyak tambahan, sehingga kandungan lemak jenuh yang biasanya menumpuk dari proses penggorengan bisa dihindari sejak awal. Selain lebih rendah lemak, proses panggang juga menghasilkan tekstur mi yang lebih padat namun tetap lembut saat digigit, berbeda dari mi goreng konvensional yang cenderung lebih kering dan rapuh, kalori yang dihasilkan juga lebih rendah karena tidak mengandung minyak. Sebagai bonus, mi yang dipanggang juga memiliki masa simpan yang lebih panjang secara alami, karena tidak terdapat minyak yang akan membuatnya tidak mudah tengik dibandingkan mi yang digoreng.
Metode panggang ini kemudian dipadukan dengan ekstrak Chlorella, alga hijau air tawar yang dikenal kaya protein, vitamin B12, serat, dan antioksidan. Warna hijau alami pada Mie Sehati sepenuhnya berasal dari Chlorella, bukan dari pewarna sintetis, sekaligus menegaskan bahwa produk ini diformulasikan tanpa MSG maupun bahan tambahan yang tidak perlu. Kombinasi antara proses pemanggangan dan kandungan Chlorella inilah yang membedakan Mie Sehati dari mi instan pada umumnya, bukan hanya dari segi rasa, tapi juga dari apa yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh setiap kali dikonsumsi.

Mie Sehati menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk dikonsumsi secara rutin, baik oleh anak sekolah yang butuh bekal, pekerja di sela kesibukan, maupun keluarga yang sedang membiasakan pola makan yang lebih sehat. Mie Sehati sendiri hadir dalam dua varian rasa, Mie Sehati Goreng dengan sensasi kenyang yang pas dan rasa yang bikin nagih, serta Mie Sehati Ayam Bawang dengan cita rasa gurih dan lembut yang cocok untuk segala usia. Keduanya halal dan aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.
Jadi, lain kali kalau lagi pengen makan mi instan tapi masih ragu soal dampaknya buat kesehatan, ingat bahwa tidak semua mi instan diproses dengan cara yang sama. Ada Mie Sehati, The 1st Healthy Noodle with Chlorella , mie yang dipanggang, bukan digoreng, demi rasa yang tetap nikmat, lebih sehat, dan kualitas yang lebih terjaga.
Baca juga artikel https://cni.co.id/kata-siapa-mie-instan-ga-sehat/
Info lebih lanjut terkait Mie Sehati di bawah ini: https://linktr.ee/cniindonesia

