CNI Ginseng Coffee teman begadang yang penuh manfaat

Kira-kira tahun 2003-an, waktu main ke rumah teman saya disuguhi kopi ginseng CNI. Ternyata rasanya mantap banget! Sejak itu, saya tahunya kopi ginseng itu pasti punyanya CNI. Walaupun sekarang sering melihat iklan kopi ginseng merek lain, tetap yang saya ingat kopi ginseng CNI.


Untuk profesi seperti saya yang terkadang dituntut ber-gadang karena dikejar deadline, saya butuh kopi yang bukan saja nikmat tapi juga punya khasiat lebih untuk tubuh. Kebetulan saya tidak suka kopi hitam, biasanya saya memilih kopi mix untuk mengusir kantuk.


Sejak kenal CNI Ginseng Coffee, ya hanya kopi itu yang dipilih buat teman begadang saya. Selain wangi dan rasanya yang mantap, saya sangat terbantu dengan kandungan ginsengnya. Tubuh terasa lebih segar dan hangat sehingga tidak mudah masuk angin. Pekerjaan pun bebas gangguan.

(Asep Aziis, Desain Grafis, Jakarta)

 

DBD Masih Mengancam Kita

Kesaksian ini saya tulis dengan harapan bisa membantu proses penyembuhan para penderita demam berdarah. Penyakit yang telah merenggut nyawa anggota masyarakat itu menyerang ayah saya, Kiki Mihardja. Kami sekeluarga bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa ternyata proses penyembuhan ayah saya bisa berlangsung lebih cepat dari pasien lainnya. Berikut ini kronologis peningkatan trombosit ayah saya berkat mengonsumsi produk makanan kesehatan CNI, Wakasa Gold.

Tanggal 14 Februari 2006
Karena sakit dengan kondisi lemas, ayah saya disarankan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Sore harinya, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan angka trombositnya 21.000. Dokter menyarankan ayah saya harus rawat inap di rumah sakit.

Pukul 18.00: ketika berada di rumah sakit, saya memberikan ayah saya 30 ml (1/2 sloki) Wakasa Gold.
Pukul 18.58: dilakukan pemeriksaan laboratorium. Rencananya, jika angka trombosit terus menurun, ayah saya harus masuk ruang Intensive Care Unit (ICU). Luar biasa, ayah saya tidak jadi masuk ruang ICU karena trombosit sudah meningkat menjadi 30.000.
Pukul 22.00: ayah saya minum 30 ml lagi.


Tanggal 15 Februari 2006
Pukul 01.30: dilakukan pemeriksaan darah lagi. Luar biasa, trombosit ayah saya naik menjadi 63.000.
Pukul 16.27: trombosit ayah saya sudah mencapai 82.000.


Tanggal 16 Februari 2006
Pukul 01.03: trombosit ayah saya menunjukkan angka 121.000.
Pagi harinya, dokter memperbolehkan pulang dari rumah sakit.


Kenyataan itu tentu membuat keluarga pasien sekamar yang sama-sama sakit demam berdarah heran. Dalam tempo 36 jam, dari tanggal 14 Februari pukul 6 sore – 16 Februari pagi, ayah saya sudah boleh pulang dari rumah sakit. Sementara anak yang sudah menjalani rawat inap 4 hari, trombositnya tidak kunjung meningkat. Sehingga sang ayah mau mengikut langkah saya, mencoba memberikan Wakasa Gold kepada anaknya yang sakit demam berdarah. Terbukti, setelah mengonsumsi Wakasa Gold, trombosit anaknya meningkat dari 16.000 naik menjadi 164.000, dalam tempo 2 hari.

 

(Jefta Agustinus, Jakarta)

 

Meningkatkan Trombosit

Inilah salah satu pengalaman dan kesaksian saya yang sangat luar biasa. Pada hari Senin malam, tanggal 6 Juni 2006, anak saya mengalami demam, panas dingin yang sangat tinggi dan mengeluarkan darah dari hidung (mimisan), bahkan sampai muntah darah. Akhirnya saya dan istri membawanya ke rumah sakit Ananda Bekasi. Masuk di UGD, anak saya diambil sample darah untuk dicek di laboratorium. Pada saat itu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit darahnya hanya 41 ribu dan anak saya dinyatakan positif terserang penyakit demam berdarah oleh dokter.


Dengan pemahaman saya sebagai seorang mitra usaha CNI, pada tanggal 7 Juni 2006 sore, saya memberikan Wakasa New Gold 2x15 ml, BioPlus 1x1 sachet, Ester-C Plus 3x1 tablet kepada anak saya. Saat dicek, trombositnya meningkat menjadi 62 ribu. Keesokan harinya, tanggal 8 Juni 2006, saya memberikan lagi Wakasa New Gold 3x30 ml, BioPlus 1x1 tablet, Ester-C Plus 3x1 tablet. Ketika diadakan pengecekan lagi pada siang harinya, trombositnya mengalami kenaikan yang sangat luar biasa menjadi 120 ribu. Melihat kenyataan ini, dokter pun mengizinkan anak saya pulang. Terima kasih CNI produkmu sungguh luar biasa, betul-betul membantu proses penyembuhan penyakit.

(Agung Wirayadi, Jakarta Timur)