Hati-hati, Rambut Berponi Bisa Sebabkan Iritasi Mata

Setiap wanita tentunya gemar untuk menata rambutnya dengan berbagai gaya, mulai dari menggunakan hair extension hingga memotong rambut bagian depan menjadi poni yang menutupi dahi. Namun sebaiknya, Anda harus berhati-hati saat memakai poni rambut, karena berbagai permasalahan kulit seperti iritasi dan kulit memerah bisa terjadi di sekitar area mata.
 
Dijelaskan oleh Joshua Zeichner, peneliti kosmetik dan klinis di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, kulit kemerahan yang terasa kering dan gatal di area kelopak mata disebabkan karena poni tidak dipotong secara rutin. Selain itu, tebal dan tipisnya bentuk poni juga berpengaruh terhadap iritasi yang ditimbulkan.
 
"Lapisan poni yang tipis tidak akan bermasalah, tetapi jika poni Anda tebal dan rata di bagian bawahnya, tentu saja hal itu akan menyebabkan masalah pada daerah mata," tutur Joshua seperti dikutip dari Allure. 
 
Joshua menyarankan, jika tetap ingin menerapkan poni pada tatanan rambut, pilih potongan poni yang tipis dan dan menyamping sehingga tidak mengganggu kelopak mata dan menimbulkan iritasi. Lantas mengapa hanya daerah mata saja yang terkena iritasi? 

Yang Terjadi pada Tubuh Jika Malas Bergerak

Untuk menjaga kesehatan tubuh tak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan, tetapi juga seberapa sering aktif bergerak. Sejumlah penelitian mengungkapkan, malas bergerak bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit, mulai dari jantung hingga otak.
 
Malas bergerak juga memengaruhi kekuatan tulang Anda, seperti meningkatkan risiko osteoporosis. Malas bergerak artinya Anda hanya duduk berjam-jam menatap layar komputer, laptop, atau handphone, menonton TV seharian, atau lebih banyak tidur.
 
Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, bergeraklah aktif dengan olahraga setidaknya dilakukan 150 menit per minggu. Olahraga teratur juga terbukti mencegah penyakit. Berikut enam hal yang terjadi pada tubuh, jika Anda malas bergerak seperti dikutip Boldsky.com.

Simpel, Tapi Cara Ini Bikin Ortu Tetap Dekat dengan Anak Meski Sibuk Kerja

Kedekatan dengan orang tua bisa membuat anak-anak merasa nyaman dan percaya diri bahkan ketika mereka menghadapi masalah. Hanya saja, kendalanya ketika orang tua bekerja dan kadung menganggap tidak punya banyak waktu untuk menjalin kedekatan atau attachment dengan buah hatinya.
 
"Tanpa disadari, banyak hal yang membuat kita terpisah dengan anak daripada membuat kita lebih dekat dengan dia. Tak adanya waktu dan kesibukan orang tua sering dianggap sebagai penyebab tak tersedianya waktu agar orang tua makin dekat dengan anak," tutur psikolog perkembangan anak dari Kanada, dr Gordon Neufeld yang juga penulis 'Hold On to Your Kids'.
 
Padahal, menurutnya kedekatan dan attachment anak dengan orang tuanya sangat penting. Ketika tidak ada kedekatan, maka kepercayaan anak dengan orang tua menipis dan hubungan di antara keduanya melemah. Nah, untuk tetap dekat dengan anak meski ayah atau ibu bekerja, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Read more...

Cara Mudah Menjaga Ingatan Tetap Tajam

Anda sering melupakan hal-hal penting seperti pergi tanpa membawa dompet atau ponsel? Atau lupa mengambil uang kembalian saat belanja? Atau lebih parah lagi, Anda pulang meninggalkan suami atau istri begitu saja, karena lupa bahwa tadi Anda pergi berdua dengannya?
 
Percayalah, Anda tidak sendiri. Ada banyak orang di dunia ini yang mengeluh mengalami pikun dini, ada juga yang merasa menjadi pikun karena usia yang terus bertambah.
 
Laporan terbaru Institute of Medicine, Cognitive Aging: Progress in Understanding and Opportunities for Action, para peneliti menganalisa faktor-faktor pemicu seseorang sulit fokus atau mengingat sesuatu.

Read more...

Ayo Gerak! Efek Bugar Hanya Akan Bertahan 72 Jam Setelah Olahraga

Untuk mendapatkan level kebugaran yang maksimal, olahraga butuh keteraturan. Olahraga yang hanya sekali waktu dilakukan tidak akan banyak manfaatnya, sebab efek bugar tidak akan berlangsung selamanya.
 
"Efek post workout hanya bertahan 72 jam. Setelah itu, kalau tidak olahraga kebugaran akan turun," kata dr Inggriani Husen, SpKO dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dalam diskusi Exercise is Medicine di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2015).
 
Menurut dokter yang akrab disapa dr Inge ini, terlalu memaksakan diri saat olahraga memang tidak baik. Misalnya angkat beban dengan intensitas tinggi berturut-turut selama beberapa hari, efeknya kurang baik karena otot juga butuh recovery atau pemulihan.
 
Namun terkait efek post workout yang tidak berlangsung selamanya, terlalu lama beristirahat juga tidak dianjurkan.

Soda Bebas Gula Juga Dapat Merusak Gigi Anda

Semua orang mengetahui bahwa soda yang bergula dan permen bisa membuat gigi berlubang, namun studi terbaru menemukan bahwa soda bebas gula juga dapat merusak gigi Anda.
 
Para peneliti dari University of Melbourne’s Oral Health Cooperative Research Centre mengekspos gigi geraham manusia dengan 15 minuman berbeda, termasuk minuman soda reguler, minuman olahraga, susu, dan 3 soda bebas gula. Setelah terendam dengan baik, mereka mengamati seluruh gigi, memeriksa perubahan tingkat kalsium, berat, dan kerusakan permukaan, seperti dilansir dari laman Good Housekeeping, ditulis Selasa, 8/12/2015.
 
Secara mengejutkan, tidak ada perbedaan siginifikan antara kerusakan yang ditimbulkan oleh minuman bebas gula (hanya susu yang menyebabkan kerusakan yang tidak berarti). Namun para ahli mengetahui penyebabnya.