Plant Catalyst 2006 Sukseskan Panen Cabai

Di Lahan Sulit Sekalipun

Tidak sedikit orang menghindari makan cabai karena tidak tahan dengan rasa pedasnya.  Padahal, menurut dr Ari Fahrial Syam, Konsultan Lambung dan Pencernaan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fak. Kedokteran UI, cabai mengandung vitamin A dan C. Bahkan menurut sejumlah penelitian, kadarnya lebih banyak dibanding wortel dan jeruk. Selain itu, cabai juga mengandung mineral, antioksidan, dan serat (www.tempo.co)  

Masih banyak sebetulnya manfaat cabai untuk kesehatan, seperti meningkatkan kerja usus sehingga merangsang untuk buang air besar, meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori lebih baik, serta bisa digunakan untuk mengontrol bau badan. Kandungan capsaicin di dalam cabai dapat digunakan untuk obat penghilang rasa sakit.

Saat ini cabai lebih banyak ditemukan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia karena iklimnya cocok untuk tanaman tersebut. Cabai dapat tumbuh di daerah pegunungan, minimal 200 meter di atas permukaan laut dan mendapatkan curah hujan yang cukup. Cabai juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, setidaknya 11-12 jam per hari. Namun, berkat Plant Catalyst 2006, cabai kini bisa ditanam dan sukses dipanen di lahan sulit, seperti lahan pasir pantai yang berair asin. Sifat alkalisnya mampu menetralkan air sumber yang asin. I Nengah Suparta di Singaraja (Bali) berhasil melakukannya dengan cara berikut.

1. Perlakuan (treatment) air asin. Air sumur pantai yang asin harus diberi 200 gram Plant Catalyst per 200 liter air sebelum digunakan untuk menyiram tanaman.

2. Persiapan lahan. Lahan diolah sempurna dan dibuat bedengan dengan lebar 1 m, dan parit lebar 0,5 m.  Beri pupuk kandang yang minimal sudah dimatangkan (dikompos) selama dua minggu dengan Plant Catalyst (2,5 g/L air = 0,25%).  Tutup bedengan dengan mulsa plastik hitam perak (MPHP)  dan buat lubang untuk tanam dengan jarak 80 x 80 cm.

3. Pembibitan.  Rendam benih cabai hidriba berkualitas tinggi dengan larutan 1 gram Plant Catalyst per 1 liter air (0,1%) semalaman. Hanya benih yang tenggelam yang disebar pada media steril campuran dari tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1) pada bedengan atau langsung pada nampan pot (pot-tray).  Tiap 5 hari semprot 0,5 – 1 gram Plant Catalyst per 1 liter air.  Saat umur ± 20 hari bibit dipindah tanam ke kebun di waktu mendung atau sore hari.

4. Perawatan. Setelah tanam, segera dikocor 200 ml ke akar dan disemprot ke daun dengan larutan 1 gram Plant Catal;yst per 1 liter air (penyemprotan dilakukan tiap minggu hingga panen selesai). Setelah tanaman bercabang, tiap minggu tanaman dikocor 200 ml larutan campuran 5 cc mikroba + 20 gram NPK + 10 gram urea + 1 gram Plant Catalyst per 1 liter air.  Sebulan sekali semprot dengan ZPT dosis 0,5 cc/tangki 14 liter.

5. Pemeriksaan. Daun cabai yang sehat tidak akan ada lubang dan warnanya mengilap, siang hari tetap tegak, warna hijau kekuningan dan pucuk baru muncul terus. Tanaman sehat memiliki bunga/buah 2–3 biji per ketiak daun. Jika tidak dilakukan pemeriksaan, bunga/buah dapat rontok 5 biji/pohon.

Mengingat cabai bermanfaat untuk kesehatan, peluang bisnis tanaman ini rasanya cukup besar. Dengan bantuan Plant Catalyst 2006, tanaman cabai bisa dipanen secara maksimal.