KENALI DAN ATASI LUKA BAKAR DENGAN TEPAT

Salah satu penyakit yang sulit disembuhkan adalah kerusakan kulit akibat luka bakar. Luka bakar digolongkan menjadi tiga. Pertama luka bakar derajat satu luka yang hanya mengenai lapisan luar kulit sehingga menimbulkan peradangan lokal pada daerah tersebut. Sedangkan luka bakar derajat dua, mengenai kulit yang lebih dalam dan menimbulkan rasa sakit, kemerahan dan inflamasi yang lebih parah. Yang terparah luka bakar derajat tiga, luka bakar yang sangat dalam dan mengenai ketiga lapisan kulit.

Permasalahan luka bakar dapat diatasi oleh CNI Nutrimoist yaitu produk perawatan kulit berupa krim. CNI Nutrimoist dapat membantu perawatan luka bakar derajat dua sesuai metode “Moist Wound Healing”, yaitu proses penyembuhan luka mengunakan balutan penahan kelembaban, sehingga penyembuhan dan pertumbuhan jaringan kulit terjadi secara alami.

Dengan CNI Nutrimoist, Moist Wound Healing dapat dilakukan tanpa mengunakan proses pembalutan sehingga praktis dan dapat diterapkan di rumah dengan pemakaian secara teratur.

Head of Personal Care & Cosmetic Departemen PT CNI Chendra Tirto menjelaskan dengan CNI Nutrimoist jika sel kulit ada rusak, akan mempercepat proses pertumbuhan sel baru.

Keunggulan CNI Nutrimoist dalam membantu merawat luka bakar telah banyak dibuktikan. Salah satunya oleh Kamariah yang berasal dari Soppeng, Sulawesi Selatan dan Ngatman dari Semarang. Tanpa ragu, mereka mempercayakan luka bakarnya dengan CNI Nutrimoist. Kamariah menuturkan terkena luka bakar cukup serius akibat terkena sambaran api kompor.”Saya oleskan tiga kali dalam sehari (pagi, siang, malam), hasilnya, saat ini luka bakar saya sembuh 90%!,” katanya dengan meyakinkan.


CNI Nutrimoist diramu dari ekstrak tanaman langka Cina yang mengandung panax ginseng, polygonum multiflori, polygonum cuspidatum dan angelica sinensis. Ramuan herbal ini bekerja dengan menyerap panas dari kulit akibat luka, mempercepat peremajaan sel-sel kulit sehingga kulit lebih cepat pulih. Daya antiseptik CNI Nutrimoist membunuh bakteri dan mencegah pengembanganbiakannya. [*/info]

Sumber : Koran Sindo | Jakarta, 21 Januari 2015 | Berita Daerah