Kue Boneka Hiasan NCC Terima Penghargaan MURI


Jurnas.com | Lomba menghias kue boneka atau doll cake decorating yang digelar Natural Cooking Club (NCC) bekerja sama dengan PT Nusa Insan Cemerlang (CNI) yang menghasilkan replika boneka kue setinggi 6 meter mendapat penghargaan dari Museum Rekord Indonesia (MURI). Lomba yang melibatkan ratusan orang peserta sebagian besar terdiri dari kaum ibu dan remaja putri digelar di gedung CNI, Jakarta.

“Replika boneka tertinggi dengan hiasan dari kue berhasil meraih penghargaan MURI,” kata Hendri saat menyerahkan piagam penghargaan tersebut kepada Ketua NCC, Fatma Bahalwan dan Hed of Food and Beverage CNI, Francica Ramli di Jakarta, Minggu (24/2).

Menurutnya replika boneka yang tersusun dari seratus boneka yang dihias kue merupakan sesuatu kreatif yang diciptakan oleh kelompok tersebut sehingga tercatat menjadi susunan boneka kue yang tertinggi.

“Kategori peristiwa atau benada yang berhak masuk MURI ada empat, yaitu pertama, unik, langka, dan superlatif. Cukup salah satu saja yang masuk kroteria tersebut sudah bia dicatat MURI. Kalau hiasan boneka kue ini juga termasuk pertama yang tertinggi karena sebelumnya hanya berbentuk cup cake. Ini bentuk kreatiftas bangsa ini, luar biasa,” katanya.

Selain menggelar lomba menghias boneka, di hari yang sama NCC juga Home Made Food Fiesta (HMFF). Sebuah acara tahunan yang mengumpulkan anggota club milis komunitas yang hobi memasak yang didirikan Fatma Bahalwan bersama suaminya Wisnu Ali Martono pada 15 Januari 2005. “Ini merupakan acara kopi darat yang dihadiri lebih dari 400 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Ada juga yang datang dari Malaysia, Singapura dan Kanada,” kata Fatma.

Menurutnya dalam setiap HMFF, peserta yang merupakan penggila kuliner, diminta berbagai macam jenis makanan yang dibuat dirumah. Mereka kemudian bisa saling berbagi resep makanan dan bertukar pengalaman, keterampilan, dan wawasan tentang kuliner.

Sajian kuliner yang nusantara memenuhi satu ruang di gedung ini. Diantara sajian beragam kuliner tersebut, ada pastel, puding, pallu kaloa, rujak honje ciherang, kojo duren, Biapong manado dan sebagainya. “HMFF pertama kali kami adakan pada tahun 2005 sampai sekarang. Secara rutin digelar setiap tahun agar sesama anggota milis bisa saling bertemu dan berbagi resep. Semoga acara ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan dunia,” kata Fatma.

Sumber Berita: www.jurnas.com | Jakarta, 24 Februari 2013 | Berita Ibukota